Digoyang KCI, Inul Vista Menang di Mahkamah Agung

Jakarta - Sengketa karaoke Inul Vista sampai ke Mahkamah Agung

(MA). Sempat kalah, Inul akhirnya dimenangkan MA dan menyatakan Yayasan

Karya Cipta Indonesia (KCI) tidak berhak menggugat Inul.

Kasus bermula saat KCI mengajukan gugatan hak cipta kepada Inul Vista Manado

ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar. KCI yang mewadahi ratusan artis itu

meminta Inul membayar royalti terkait lagu-lagu yang diputar di tempat

karaoke Inul Vista. Perhitungan KCI yaitu sepanjang 30 Maret 2012 hingga

30 November 2012 untuk 55 room. Setelah dihitung-hitung, KCI menilai

royalti yang harus diterima Rp 69 juta.

Gayung bersambut. Pada 28

Maret 2013 majelis PN Makassar mengabulkan permohonan tersebut dan

menghukum Inul Vizta Manado membayar royalti Rp 15 juta ke KCI. Atas

vonis ini, Inul tidak terima dan mengajukan kasasi. Kali ini kemenangan

berpindah ke tangan Inul.

"Membatalkan putusan PN Makassar.

Mengadili sendiri, menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima,"

putus majelis hakim kasasi sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung

(MA), Kamis (13/8/2015).

Menurut majelis, keberadaan Yayasan

Karya Cipta Indonesia merupakan wadah pencipta lagu dan pemusik dengan

tujuan memungut royalti dari kegiatan yang berhubungan dengan performing

bertentangan dengan UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Yayasan. Berdasarkan

UU ini, yayasan bertujuan di bidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan

yaitu meliputi pendidikan, rumah sakit, laboratorium, keagamaan, studi

banding, ilmu pengetahuan, bencana, tunawisma, fakir miskin,

perlindungan konsumen dan sebagainya.

"Dengan demikian dapat

disimpulkan kegiatan memungut royalti yang dilakukan Yayasan KCI

bertentangan dengan tujuan yayasan sebagaimana dimaksudkan dalam UU

sehingga Yayasan KCI harus dikategorikan tidak mempunyai legal standing

dalam mengajukan gugatan a quo," ucap majelis yang terdiri dari hakim

agung Abdurrahman, hakim agung Soltoni Mohdally dan hakim agung Hamdi.

(asp/nrl)

Dikutip:detik.com

@parkirmusik


Posted in news on Aug 13, 2015